Tampilkan postingan dengan label #diabetesmelitus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #diabetesmelitus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 November 2024

Manfaat Daun Kenikir untuk Diabetes: Solusi Alami yang Efektif


Mengenal Daun Kenikir

Daun kenikir, yang juga dikenal sebagai Cosmos caudatus atau ulam raja, adalah tanaman yang sering ditemukan di Asia Tenggara. Selain digunakan sebagai sayuran dalam masakan tradisional, daun kenikir juga memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk untuk membantu mengelola diabetes. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas manfaat daun kenikir dan bagaimana cara penggunaannya untuk mendapatkan manfaat maksimal, terutama bagi penderita diabetes.

Kandungan Nutrisi dalam Daun Kenikir

Daun kenikir kaya akan berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa kandungan nutrisi utama dalam daun kenikir meliputi:

  1. Antioksidan: Daun kenikir mengandung antioksidan yang tinggi, yang dapat membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.

  2. Vitamin: Mengandung berbagai vitamin seperti vitamin C dan vitamin E yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

  3. Mineral: Kaya akan mineral seperti kalsium, magnesium, dan kalium yang penting untuk berbagai fungsi tubuh.

  4. Serat: Kandungan serat yang tinggi dalam daun kenikir membantu memperlancar pencernaan dan mengendalikan kadar gula darah.

Manfaat Daun Kenikir untuk Diabetes

Mengatur Kadar Gula Darah

Salah satu manfaat utama daun kenikir adalah kemampuannya untuk membantu mengatur kadar gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kenikir dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi resistensi insulin, yang merupakan masalah utama pada penderita Diabetes Tipe 2.

Menurunkan Risiko Komplikasi Diabetes

Antioksidan dalam daun kenikir berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan demikian, konsumsi daun kenikir secara teratur dapat membantu menurunkan risiko komplikasi diabetes seperti penyakit jantung dan kerusakan ginjal.

Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Kandungan serat dalam daun kenikir tidak hanya baik untuk pencernaan tetapi juga membantu mengendalikan kadar gula darah. Serat dapat memperlambat penyerapan gula dalam darah sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Cara Mengonsumsi Daun Kenikir untuk Manfaat Optimal

Ada berbagai cara untuk mengonsumsi daun kenikir agar mendapatkan manfaat maksimal. Berikut beberapa metode yang bisa Anda coba:

  1. Sebagai Lalapan: Daun kenikir dapat dikonsumsi mentah sebagai lalapan atau salad.

  2. Direbus atau Dimasak: Daun kenikir bisa direbus atau dimasak sebagai sayuran pelengkap dalam berbagai hidangan.

  3. Ekstrak: Konsumsi ekstrak daun kenikir yang sudah diolah menjadi suplemen herbal.

Resep Sehat dengan Daun Kenikir

Berikut adalah resep sederhana menggunakan daun kenikir yang bisa Anda coba di rumah:

Salad Daun Kenikir dengan Dressing Jeruk

Bahan-bahan:

  • 1 ikat daun kenikir, cuci bersih

  • 1 buah jeruk, peras airnya

  • 1 sendok makan minyak zaitun

  • Garam dan lada secukupnya

  • 1 sendok makan biji wijen panggang

Cara membuat:

  1. Campurkan daun kenikir dengan air jeruk dan minyak zaitun.

  2. Tambahkan garam dan lada sesuai selera.

  3. Taburi biji wijen panggang di atasnya.

  4. Sajikan salad daun kenikir sebagai hidangan pembuka atau pendamping.

Tips Memilih dan Menyimpan Daun Kenikir

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari daun kenikir, pastikan Anda memilih daun yang segar dan berkualitas. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih dan menyimpan daun kenikir:

  1. Pilih Daun yang Segar: Pastikan daun kenikir yang Anda pilih masih segar, berwarna hijau cerah, dan tidak layu.

  2. Simpan di Kulkas: Simpan daun kenikir dalam wadah tertutup di dalam kulkas untuk menjaga kesegarannya.

  3. Konsumsi Segera: Untuk mendapatkan manfaat maksimal, konsumsi daun kenikir segera setelah dibeli atau disiapkan.

Kesimpulan

Daun kenikir adalah tanaman yang kaya akan nutrisi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama bagi penderita diabetes. Dengan mengatur kadar gula darah, menurunkan risiko komplikasi diabetes, dan meningkatkan kesehatan pencernaan, daun kenikir dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi penderita diabetes. Mulailah memasukkan daun kenikir dalam diet harian Anda untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal.

FAQ tentang Manfaat Daun Kenikir untuk Diabetes

1. Apakah daun kenikir aman dikonsumsi setiap hari? Ya, daun kenikir aman dikonsumsi setiap hari dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari diet seimbang.

2. Bagaimana cara mengolah daun kenikir agar tetap enak dan bergizi? Daun kenikir bisa diolah sebagai lalapan, direbus, atau dimasak dalam berbagai hidangan. Anda juga bisa mengonsumsi ekstrak daun kenikir sebagai suplemen.

3. Apakah daun kenikir bisa membantu menurunkan kadar gula darah? Ya, daun kenikir memiliki kandungan yang dapat membantu mengatur kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

4. Apakah ada efek samping mengonsumsi daun kenikir? Hingga saat ini, belum ada laporan efek samping yang serius dari konsumsi daun kenikir. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi dalam jumlah besar.

5. Apakah daun kenikir hanya bermanfaat bagi penderita diabetes? Tidak, daun kenikir juga memiliki manfaat kesehatan lainnya seperti meningkatkan kesehatan pencernaan dan memberikan antioksidan bagi tubuh.



Jumat, 15 November 2024

Diabetes Mellitus: Memahami dan Mengelola Penyakit Kronis


Apa Itu Diabetes Mellitus?

Diabetes Mellitus, sering dikenal sebagai diabetes, adalah kondisi medis kronis yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memproses glukosa darah (gula darah). Glukosa adalah sumber energi utama bagi sel-sel tubuh kita, namun pada penderita diabetes, tubuh tidak dapat menggunakan atau menyimpan glukosa dengan efektif. Ada beberapa tipe diabetes, termasuk Diabetes Tipe 1, Diabetes Tipe 2, dan Diabetes Gestasional yang terjadi selama kehamilan.



Jenis-Jenis Diabetes Mellitus

Diabetes Tipe 1

Diabetes Tipe 1 adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel beta di pankreas yang memproduksi insulin. Insulin adalah hormon yang membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Penderita Diabetes Tipe 1 harus mendapatkan insulin setiap hari untuk mengelola kadar glukosa darah mereka.

Diabetes Tipe 2

Diabetes Tipe 2 adalah tipe yang paling umum dan sering dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak sehat. Pada diabetes tipe ini, tubuh masih memproduksi insulin tetapi tidak cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif (resistensi insulin). Faktor risiko termasuk obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan faktor genetik.

Diabetes Gestasional

Diabetes Gestasional terjadi selama kehamilan dan biasanya hilang setelah melahirkan. Namun, wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan Diabetes Tipe 2 di kemudian hari.

Penyebab dan Faktor Risiko Diabetes

Beberapa penyebab dan faktor risiko diabetes adalah:

  1. Genetik: Riwayat keluarga dengan diabetes meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.

  2. Obesitas: Kelebihan berat badan adalah salah satu faktor risiko utama, terutama untuk Diabetes Tipe 2.

  3. Gaya Hidup Tidak Sehat: Pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan kebiasaan merokok bisa meningkatkan risiko diabetes.

  4. Usia: Risiko Diabetes Tipe 2 meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 45 tahun.

  5. Hipertensi: Tekanan darah tinggi bisa meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.

Gejala dan Komplikasi Diabetes Mellitus

Gejala Umum

  1. Sering Buang Air Kecil: Sering merasa ingin buang air kecil, terutama di malam hari.

  2. Rasa Haus yang Berlebihan: Karena sering buang air kecil, tubuh menjadi dehidrasi dan merasa haus terus-menerus.

  3. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab: Tanpa alasan yang jelas, penderita diabetes bisa mengalami penurunan berat badan.

  4. Kelelahan: Tubuh yang kekurangan energi akan merasa lelah dan lesu sepanjang waktu.

  5. Penglihatan Kabur: Kadar gula darah yang tinggi dapat mempengaruhi penglihatan.

Komplikasi

Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius:

  1. Penyakit Jantung dan Stroke: Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit kardiovaskular.

  2. Kerusakan Ginjal: Gula darah yang tinggi dapat merusak ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.

  3. Gangguan Penglihatan: Retinopati diabetik bisa menyebabkan kebutaan.

  4. Kerusakan Saraf: Neuropati diabetik bisa menyebabkan rasa sakit atau kehilangan sensasi di tangan dan kaki.

  5. Infeksi dan Luka yang Sulit Sembuh: Luka pada penderita diabetes sering sulit sembuh dan rentan terhadap infeksi.

Pengelolaan Diabetes Mellitus

Pengelolaan diabetes membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk perubahan gaya hidup dan, dalam beberapa kasus, penggunaan obat-obatan. Berikut beberapa langkah penting dalam mengelola diabetes:

  1. Diet Sehat: Makan makanan yang seimbang dengan memperhatikan asupan karbohidrat, lemak, dan protein.

  2. Olahraga Teratur: Aktivitas fisik membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

  3. Pemantauan Gula Darah: Rutin memantau kadar gula darah sangat penting untuk mengontrol diabetes.

  4. Pengobatan: Penggunaan insulin atau obat antidiabetes lainnya sesuai anjuran dokter.

  5. Pemeriksaan Rutin: Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi komplikasi sejak dini.

Pencegahan Diabetes Mellitus

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena diabetes, terutama Diabetes Tipe 2:

  1. Pertahankan Berat Badan Ideal: Mempertahankan berat badan yang sehat bisa menurunkan risiko diabetes.

  2. Diet Seimbang: Konsumsi makanan kaya serat, sayuran, buah-buahan, dan hindari makanan tinggi gula dan lemak.

  3. Aktif Berolahraga: Lakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari.

  4. Berhenti Merokok: Merokok bisa meningkatkan risiko diabetes.

  5. Kontrol Tekanan Darah dan Kolesterol: Jaga agar tekanan darah dan kadar kolesterol dalam batas normal.

Kesimpulan

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Dengan pemahaman yang baik tentang penyakit ini, gejala, komplikasi, dan langkah-langkah pencegahannya, kita dapat mengurangi risiko dan menjalani hidup yang lebih sehat. Penting untuk selalu menjaga gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan untuk mendeteksi dini dan mengelola diabetes dengan efektif.

FAQ tentang Diabetes Mellitus

1. Apakah diabetes bisa disembuhkan? Diabetes tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan.

2. Apakah semua penderita diabetes harus menggunakan insulin? Tidak semua. Penggunaan insulin biasanya diperlukan untuk Diabetes Tipe 1 dan beberapa kasus Diabetes Tipe 2 yang tidak bisa dikendalikan dengan obat oral.

3. Apakah anak-anak bisa terkena diabetes? Ya, anak-anak bisa terkena Diabetes Tipe 1. Kasus Diabetes Tipe 2 pada anak-anak juga meningkat akibat obesitas.

4. Bagaimana cara mengetahui jika saya menderita diabetes? Tes darah untuk mengukur kadar gula darah adalah cara terbaik untuk mendiagnosis diabetes.

5. Apakah diabetes gestasional bisa mempengaruhi bayi? Ya, diabetes gestasional yang tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko komplikasi pada bayi, seperti berat lahir berlebih.


Diabetes Mellitus: Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Apa Itu Diabetes Mellitus?

Diabetes Mellitus, atau yang sering disebut diabetes, adalah kondisi kronis yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah (glukosa). Glukosa adalah sumber energi utama bagi sel-sel tubuh kita, namun pada penderita diabetes, tubuh mereka kesulitan mengelola glukosa dengan benar. Penyakit ini dibedakan menjadi dua tipe utama: Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2, serta ada juga Diabetes Gestasional yang terjadi selama kehamilan.



Jenis-Jenis Diabetes Mellitus

Diabetes Tipe 1

Diabetes Tipe 1 merupakan kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak sel beta di pankreas yang bertugas memproduksi insulin. Insulin adalah hormon yang membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Penderita Diabetes Tipe 1 harus mengandalkan suntikan insulin sepanjang hidup mereka.

Diabetes Tipe 2

Diabetes Tipe 2 adalah tipe yang paling umum dan biasanya terjadi pada orang dewasa, meskipun kini mulai banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja. Pada diabetes tipe ini, tubuh masih memproduksi insulin tetapi tidak cukup atau sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Gaya hidup tidak sehat, obesitas, dan faktor genetik sering menjadi penyebab utama.

Diabetes Gestasional

Diabetes Gestasional terjadi selama masa kehamilan dan biasanya hilang setelah melahirkan. Wanita yang mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan Diabetes Tipe 2 di kemudian hari.

Penyebab dan Faktor Risiko Diabetes

Diabetes Mellitus disebabkan oleh berbagai faktor yang bisa berbeda tergantung pada jenisnya. Berikut beberapa penyebab dan faktor risiko yang umum:

  1. Genetik: Riwayat keluarga dengan diabetes meningkatkan risiko.

  2. Obesitas: Berat badan berlebih adalah salah satu penyebab utama Diabetes Tipe 2.

  3. Gaya Hidup Tidak Sehat: Pola makan buruk, kurang olahraga, dan kebiasaan merokok meningkatkan risiko.

  4. Usia: Risiko Diabetes Tipe 2 meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 45 tahun.

  5. Tekanan Darah Tinggi: Hipertensi dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.

Gejala dan Komplikasi Diabetes Mellitus

Gejala Umum

  1. Sering Buang Air Kecil: Penderita diabetes sering merasa ingin buang air kecil, terutama di malam hari.

  2. Rasa Haus yang Berlebihan: Karena sering buang air kecil, tubuh menjadi dehidrasi dan merasa haus terus-menerus.

  3. Penurunan Berat Badan: Tanpa alasan yang jelas, penderita diabetes bisa mengalami penurunan berat badan.

  4. Kelelahan: Tubuh yang kekurangan energi akan merasa lelah dan lesu sepanjang waktu.

  5. Penglihatan Kabur: Kadar gula darah yang tinggi dapat mempengaruhi penglihatan.

Komplikasi

Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, antara lain:

  1. Penyakit Jantung dan Stroke: Diabetes meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

  2. Kerusakan Ginjal: Gula darah tinggi dapat merusak ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.

  3. Gangguan Penglihatan: Retinopati diabetik dapat menyebabkan kebutaan.

  4. Kerusakan Saraf: Neuropati diabetik dapat menyebabkan rasa sakit atau kehilangan sensasi di tangan dan kaki.

  5. Infeksi dan Luka yang Tidak Sembuh: Luka pada penderita diabetes sering sulit sembuh dan rentan terhadap infeksi.

Pengelolaan Diabetes Mellitus

Pengelolaan diabetes memerlukan pendekatan yang menyeluruh, termasuk perubahan gaya hidup dan, dalam beberapa kasus, penggunaan obat-obatan. Berikut beberapa langkah penting dalam pengelolaan diabetes:

  1. Diet Sehat: Konsumsi makanan yang seimbang dengan memperhatikan asupan karbohidrat, lemak, dan protein.

  2. Olahraga Teratur: Aktivitas fisik membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

  3. Pemantauan Gula Darah: Rutin memantau kadar gula darah sangat penting untuk mengontrol diabetes.

  4. Pengobatan: Penggunaan insulin atau obat antidiabetes lainnya sesuai anjuran dokter.

  5. Pemeriksaan Rutin: Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi komplikasi sejak dini.

Pencegahan Diabetes Mellitus

Meskipun tidak semua jenis diabetes dapat dicegah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena diabetes, terutama Diabetes Tipe 2:

  1. Pertahankan Berat Badan Ideal: Berat badan yang sehat dapat menurunkan risiko diabetes.

  2. Diet Seimbang: Konsumsi makanan kaya serat, sayuran, buah-buahan, dan hindari makanan tinggi gula dan lemak.

  3. Aktif Berolahraga: Lakukan olahraga setidaknya 30 menit setiap hari.

  4. Berhenti Merokok: Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes.

  5. Kontrol Tekanan Darah dan Kolesterol: Jaga agar tekanan darah dan kadar kolesterol dalam batas normal.

Kesimpulan

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Dengan pemahaman yang baik tentang penyakit ini, gejala, komplikasi, dan langkah-langkah pencegahannya, kita dapat mengurangi risiko dan menjalani hidup yang lebih sehat. Penting untuk selalu menjaga gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan untuk mendeteksi dini dan mengelola diabetes dengan efektif.

FAQ tentang Diabetes Mellitus

1. Apakah diabetes bisa disembuhkan? Diabetes tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan.

2. Apakah semua penderita diabetes harus menggunakan insulin? Tidak semua. Penggunaan insulin biasanya diperlukan untuk Diabetes Tipe 1 dan beberapa kasus Diabetes Tipe 2 yang tidak bisa dikendalikan dengan obat oral.

3. Apakah anak-anak bisa terkena diabetes? Ya, anak-anak bisa terkena Diabetes Tipe 1. Kasus Diabetes Tipe 2 pada anak-anak juga meningkat akibat obesitas.

4. Bagaimana cara mengetahui jika saya menderita diabetes? Tes darah untuk mengukur kadar gula darah adalah cara terbaik untuk mendiagnosis diabetes.

5. Apakah diabetes gestasional bisa mempengaruhi bayi? Ya, diabetes gestasional yang tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko komplikasi pada bayi, seperti berat lahir berlebih.


Rabu, 13 November 2024

Diabetes Melitus

  Diabetes Melitus 





Diabetes mellitus didefinisikan sebagai gangguan metabolisme dengan hiperglikemia

kronis dan disfungsi metabolisme makronutrien. Ini disebabkan oleh defisiensi sekresi insulin

atau fungsi insulin, atau keduanya. Berdasarkan sebuah pernyataan oleh Organisasi

Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi global diabetes mellitus di antara orang dewasa (di atas

18 tahun) telah meningkat dari 4,7% pada 1980 menjadi 8,5% pada 2014. Dilaporkan,

diabetes juga merupakan penyebab langsung 1,5 juta kematian. Diabetes adalah kondisi

peradangan kronis di mana terdapat peningkatan tingkat sitokin inflamasi, yang

menyebabkan resistensi insulin pada hati, otot rangka, dan endotel pembuluh darah. 

A. Patofisiologi 

Patofisiologi DM 2 terdapat beberapa keadaan yang berperan yaitu resisten insulin
dan disfungsi sel B pankreas (gambar 1).

Gambar 1. Patofisiologi DM 1 dan DM 2

Diabetes mellitus 2 disebabkan karena sel sasaran insulin gagal atau tidak mampu
merespon insulin secara normal. Keadaan ini disebut resistensi insulin. Resistensi insulin
banyak terjadi akibat dari obesitas dan kurangnya aktivitas fisik serta penuaan. Defisiensi 
fungsi insulin pada penderita diabetes mellitus tipe 2 hanya bersifat relatif dan tidak absolut.
Resistensi insulin yang terjadi dalam waktu lama dan tidak ditangani dengan baik pada
perkembangan selanjutnya akan terjadi kerusakan sel – sel B pankreas. Kerusakan sel – sel B pankreas akan terjadi secara progresif seringkali akan menyebabkan defisiensi insulin seingga akhirnya penderita memerlukan insulin eksogen.

B. Faktor resiko

Peningkatan jumlah penderita DM yang sebagian besar DM tipe 2, berkaitan dengan
beberapa faktor yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah, faktor risiko yang dapat diubah
dan faktor lain. Menurut American Diabetes Association (ADA) bahwa DM berkaitan dengan
faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi riwayat keluarga dengan DM, umur ≥45 tahun,
etnik, riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lahir bayi >4000 gram atau riwayat pernah
menderita DM gestasional dan riwayat lahir dengan beratbadan rendah (<2,5 kg). Faktor
risiko yang dapat diubah meliputi obesitas berdasarkan IMT ≥25kg/m2 atau lingkar perut ≥80
cm pada wanita dan ≥90 cm pada laki-laki, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemi
dan diet tidak sehat. Faktor lain yang terkait dengan risiko diabetes adalah penderita
polycystic ovary sindrome (PCOS), penderita sindrom metabolik memiliki riwayat toleransi
glukosa terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa terganggu (GDPT) sebelumnya, memiliki
riwayat penyakit kardiovaskuler seperti stroke, PJK, atau peripheral arterial diseases (PAD),
konsumsi alkohol, faktor stres, kebiasaan merokok, jenis kelamin,konsumsi kopi dan kafein.

  1. Obesitas (kegemukan)

Terdapat korelasi bermakna antara obesitas dengan kadar glukosa darah, pada
derajat kegemukan dengan IMT > 23 dapat menyebabkan peningkatan kadar
glukosa darah menjadi 200 mg%.
      
      2. Hipertensi 

Peningkatan tekanan darah pada hipertensi berhubungan erat dengan tidak
tepatnya penyimpanan garam dan air, atau meningkatnya tekanan dari dalam
tubuh pada sirkulasi pembuluh darah perifer.

       3. Dislipidemia

Adalah keadaan yang ditandai dengan kenaikan kadar lemak darah (Trigliserida >
250 mg/dl). Terdapat hubungan antara kenaikan plasma insulin dengan rendahnya
HDL (< 35 mg/dl) sering didapat pada pasien Diabetes.

        4. Umur
Berdasarkan penelitian, usia yang terbanyak terkena Diabetes Mellitus adalah >
45 tahun.

        5.Faktor Genetik

DM tipe 2 berasal dari interaksi genetis dan berbagai faktor mental. Penyakit ini
sudah lama dianggap berhubungan dengan agregasi familial. Risiko emperis
dalam hal terjadinya DM tipe 2 akan meningkat dua sampai enam kali lipat jika
orang tua atau saudara kandung mengalami penyakit ini.

        6. Alkohol dan Rokok 

Perubahan-perubahan dalam gaya hidup berhubungan dengan peningkatan
frekuensi DM tipe 2. Walaupun kebanyakan peningkatan ini dihubungkan dengan
peningkatan obesitas dan pengurangan ketidakaktifan fisik, faktor-faktor lain yang 
berhubungan dengan perubahan dari lingkungan tradisional kelingkungan kebarat-
baratan yang meliputi perubahan-perubahan dalam konsumsi alkohol dan rokok, juga berperan dalam peningkatan DM tipe 2. Alkohol akan menganggu
metabolisme gula darah terutama pada penderita DM, sehingga akan mempersulit
regulasi gula darah dan meningkatkan tekanan darah. Seseorang akan meningkat
tekanan darah apabila mengkonsumsi etil alkohol lebih dari 60ml/hari yang setara
dengan 100 ml proof wiski, 240 ml wine atau 720 ml.

Faktor resiko penyakit tidak menular, termasuk DM Tipe 2, dibedakan menjadi dua.
Yang pertama adalah faktor risiko yang tidak dapat berubah misalnya umur, faktor genetik, pola makan yang tidak seimbang jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, pekerjaan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, Indeks Masa Tubuh.

C. Penatalaksanaan Diabetes Melitus 

Prinsip penatalaksanaan diabetes melitus berfokus pada pengelolaan turunnya
morbiditas dan mortalitas DM. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan pengendalian glukosa darah, tekanan darah, berat badan dan profil lipid, melalui pengelolaan pasien secara holistik dengan mengajarkan perawatan mandiri dan perubahan perilaku. 

1. Diet 

Prinsip pengaturan makan pada penyandang diabetes hampir sama dengan anjuran
makan untuk masyarakat umum yaitu makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masingmasing individu. Pada penyandang diabetes perlu ditekankan pentingnya keteraturan makan dalam hal jadwal makan, jenis dan jumlah makanan, terutama pada mereka yang menggunakan obat penurun glukosa darah atau insulin. Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi yang seimbang dalam hal karbohidrat 60-70%, lemak 20-25% danprotein 10-15%. Untuk menentukan status gizi, dihitung dengan BMI (Body Mass Indeks). Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) merupupakan alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang
berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut
IMT = Berat Badan (kg) / Tinggi badan (m) x Tinggi badan (m)

2. Exercise (latihan fisik/olahraga)

Dianjurkan latihan secara teratur (3-4 kali seminggu) selama kurang lebih 30 menit,
yang sifatnya sesuai dengan Continous, Rhythmical, Interval, Progresive, Endurance
(CRIPE). Training sesuai dengan kemampuan pasien. Sebagai contoh adalah olah raga ringan jalan kaki biasa selama 30 menit. Hindarkan kebiasaan hidup yang kurang gerak atau bermalasmalasan.
 
3. Pendidikan Kesehatan 

Pendidikan kesehatan sangat penting dalam pengelolaan. Pendidikan kesehatan
pencegahan primer harus diberikan kepada kelompok masyarakat resiko tinggi. Pendidikan kesehatan sekunder diberikan kepada kelompok pasien DM. Sedangkan pendidikan kesehatan untuk pencegahan tersier diberikan kepada pasien yang sudah mengidap DM dengan penyulit menahun.

4. Obat 

Jika pasien telah melakukan pengaturan makan dan latihan fisik tetapi tidak berhasil
mengendalikan kadar gula darah maka dipertimbangkan pemakaian obat hipoglikemik.

Daftar Pustaka 

1. Saedisomeolia, A. et al. Mechanisms of action of ginger in nuclear factor-kappaB
signaling pathways in diabetes. J. Herb. Med. 16, 100239 (2019).

2. Manfredi Tesauro, F. A. M. Pathophysiology of diabetes. The West Indian medical
journal 1, (Elsevier Inc., 2020).

3. Apostolova, N. et al. Mechanisms of action of metformin in type 2 diabetes: Effects on mitochondria and leukocyte-endothelium interactions. Redox Biol. 34, 101517 (2020).

4. Bonaca, M. P. & Creager, M. A. Peripheral Artery Diseases. Braunwald’s Heart
Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine, 2-Volume Set (Elsevier Inc., 2020).
doi:10.1016/B978-0-323-46342-3.00064-5

5. Sarkar, D. & Shetty, K. Diabetes as a Disease of Aging, and the Role of Oxidative
Stress. Aging: Oxidative Stress and Dietary Antioxidants (Elsevier, 2014).
doi:10.1016/B978-0-12-405933-7.00006-8

6. Mather, K. J. et al. Prevalence of Microvascular and Macrovascular Disease in the
Glycemia Reduction Approaches in Diabetes - A Comparative Effectiveness
(GRADE) Study Cohort. Diabetes Res. Clin. Pract. 108235 (2020).
doi:10.1016/j.diabres.2020.108235

7. DeLoach, S. S. & Mohler, E. Atherosclerotic Risk Factors. Rutherford’s Vascular
Surgery (Elsevier Inc., 2010). doi:10.1016/b978-1-4160-5223-4.00029-9

8. Stitziel, N. O., Kanter, J. E. & Bornfeldt, K. E. Emerging Targets for Cardiovascular
Disease Prevention in Diabetes. Trends Mol. Med. 1–14 (2020).
doi:10.1016/j.molmed.2020.03.011

9. Rashedi, V., Iranpour, A., Mohseni, M. & Borhaninejad, V. Risk factors for fall in
elderly with diabetes mellitus type 2. Diabetes Metab. Syndr. Clin. Res. Rev. 13, 2347– 2351 (2019).

10. Evert, A. B. et al. Nutrition therapy recommendations for the management of adults with diabetes. Diabetes Care 36, 3821–3842 (2013).










Cara Ampuh Mengatasi Batuk dan Tenggorokan Gatal dengan Kencur

Batuk yang disertai rasa gatal di tenggorokan bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Tidak hanya membuat Anda merasa tidak nyaman, tetapi ...