BAB
I
PENDAHULUAN
Latar
belakang
Imunitas atau kekebalan adalah
kemampuan tubuh melawan infeksi meniadakan kerja toksin dan faktor virulen
lainnya yang bersifat antigenik dan imunogenik, antigenik adalah sifat suatu
senyawa yang mampu merangsang pembentukan antibodi spesifik terhadap senyawa
tersebut, sedangkan imunogenik adalah sifat senyawa yang dapat merangsang
pembentukan antibodi spesifik yang bersifat protektif dan penongkatan kekebalan
seluler, jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya untuk melindungi tubuh
juga berkurang, sehingga membuat patogen, termasuk virus dapat tumbuh dan
berkembang dalam tubuh. ( Proitrtt, 2003)
Definisi zat gizi mikro adalah vitamin dan mineral.
Walaupun vitamin diperlukan tubuh dalam jumlah kecil namun mempunyai peranan
yang penting. Vitamin adalah zat esensial yang diperlukan untuk membantu
kelancaran penyerapan zat gizi dan proses metabolisme tubuh. Begitu pula dengan
mineral, dalam jumlah kecil beberapa mineral dibutuhkan tubuh untuk menjaga
agar organ tubuh berfungsi secara normal. Beberapa mineral juga berfungsi
sebagai ko-enzim dan antioksidan. Peran vitamin dan mineral sebagai antioksidan
inilah yang membuat vitamin dan mineral mampu memperkuat sistem daya tahan
tubuh manusia (sistem imun)
Beberapa mineral juga berfungsi sebagai ko-enzim dan
antioksidan. Peran vitamin dan mineral sebagai antioksidan inilah yang membuat
vitamin dan mineral mampu memperkuat sistem daya tahan tubuh manusia (sistem
imun), Antioksidan adalah zat yang secara signifikan dapat menurunkan efek
negatif akibat spesies yang reaktif seperti oksigen reaktif dan nitrogen
reaktif yang terbentuk dalam tubuh.
Sistemimunitas atau kekebalan tubuh memerlukan zat
gizi antioksidan antara lain untuk memproduksi dan menjaga keseimbangan sel
imun (hematopoises), melindungi membran sel dari SOR (vitamin dan
mineralsebagai antioksidan), untuk melawan mikroorganisme penyebab
penyakit(Imunitas bawaan)Innate adaptif
(Wintergerst, at all, 2007)
A. Rumusan
masalah
1.
Pengertian imunitas
2.
Zat gizi mikro yang berfungsi sebgai
antioksidan tubuh
3.
Peranan masing-masing zat gizi mikro
dalam imunitas tubuh
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Imunitas
Definisi sistem imun adalah Sistem imun (immune
system) atau sistem kekebalan tubuh adalah kemampuan tubuh untuk melawan
infeksi, meniadakan kerja toksin dan faktor virulen lainnya yang bersifat
antigenik dan imunogenik. Antigen sendiri adalah suatu bahan atau senyawa yang
dapat merangsang pembentukan antibodi. Antigen dapat berupa protein, lemak,
polisakarida, asam nukleat, lipopolisakarida, lipoprotein dan lain-lain.
Sementara itu antigenik adalah sifat suatu senyawa yang mampu merangsang
pembentukan antibodi spesifik terhadap senyawa tersebut. Berbicara daya tahan
tubuh, kita sering mendengar imunogen yaitu senyawa yang dapat merangsang
pembentukan kekebalan/imunitas, dan imunogenik adalah sifat senyawa yang dapat
merangsang pembentukan antibodi spesifik yang bersifat protektif dan
peningkatan kekebalan seluler. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuan untuk
melindungi tubuh juga berkurang, sehingga patogen, termasuk virus dapat tumbuh
dan berkembang dalam tubuh. Sedangkan reaksi yang dikoordinasi sel-sel,
molekul-molekul terhadap mikroba dan bahan lainnya disebut respon imun
B. Zat
gizi mikro yang berfungsi sebgai antioksidan tubuh
Beberapa vitamin dan mineral yang mempunyai peran
sebagai antioksidan, diantaranya adalah vitamin A, vitamin E, vitamin C,
selenium, zat besi dan zinc.15
Berikut
akan diuraikan peranan zat gizi tersebut di atas terhadap sistem imun.
·
Peranan vitamin A dalam sistem imun
Vitamin A mempunyai peranan penting di
dalam pemeliharaan sel epitel. Sel epitel merupakan salah satu jaringan tubuh
yang terlibat di dalam fungsi imunitas non-spesifik. Imunitas non-spesifik
melibatkan pertahanan fisik seperti kulit, selaput lendir, silia saluran nafas,
17
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa
anak-anak kekurangan vitamin A berisiko menderita penyakit saluran pernafasan
dan mengalami keparahan penyakit diare.16,17 Vitamin A juga mempunyai peranan
dalam sel-sel mukosa saluran cerna.18 Selain itu kekurangan vitamin A berdampak
pada penglihatan yaitu dimulai dengan terganggunya integritas mukosa epitel,
yang disebabkan karena hilangnya sel goblet penghasil mukus.19
·
Peranan vitamin C dalam sistem imun
Vitamin C dikenal sebagai antioksidan
yang membantu menetralisir radikal bebas. Vitamin C sebagai antioksidan karena
kemampuannya dalam mereduksi beberapa reaksi kimia, salah satunya vitamin C
mampu mereduksi spesies oksigen reaktif (SOR). Vitamin C juga mempunyai peran
sebagai donor elektron. Kemampuan vitamin C sebagai donor elektron membuat
vitamin C menjadi sangat efektif sebagai antioksidan karena vitamin C dapat
dengan cepat memutus rantai reaksi SOR (Spesies Oksigen Reaktif) dan SNR
(Spesies Nitrogen Reaktif).5
Winarsi 2007, melaporkan bahwa
vitamin C meningkatkan fungsi imun dengan menstimulasi produksi interferon
(protein yang melindungi sel dari serangan virus). Interferon adalah salah satu
sitokin yang dihasilkan karena adanya komunikasi sel yang baik dan untuk
menjaga komunikasi tersebut tetap baik maka diperlukan sel imun yang sehat
dengan membran sel yang utuh.26
·
Peranan Selenium dalam sistem imun
Selenium adalah mineral kelumit yang
penting untuk sintesis protein dan aktivitas enzim glutation peroksidase
(GSH-PX). Selenium dalam glutation peroksidase mempunyai peranan sebagai
katalisator dalam pemecahan peroksida yang terbentuk di dalam tubuh menjadi
ikatan yang tidak bersifat toksik. Peroksida dapat berubah menjadi radikal
bebas yang dapat mengoksidasi asam lemak tidak jenuh yang ada pada membran sel,
sehingga merusak membran sel.
Oleh karena itu disebutkan dalam
beberapa literatur bahwa selenium bekerjasama dengan vitamin E dan berperan
sebagai antioksidan. Kerjasama tersebut terjadi karena vitamin E menjaga
membran sel dari radikal bebas dengan melepas ion hidrogennya, sedangkan
selenium berperan dalam memecah peroksida menjadi ikatan yang tidak reaktif
sehingga tidak merusak asam lemak tidak jenuh yang banyak terdapat dalam
membran, membantu mempertahankan integritas membran dan melindungi DNA dari
kerusakan.5,23
·
Peranan Zinc dalam sistem imun
Zinc memegang peranan penting dalam
banyak fungsi tubuh, sebagai bagian dari enzim atau sebagai kofaktor pada
kegiatan lebih dari 300 enzim. Zinc juga berperan dalam proliferasi sel
terutama sel mukosa.32
Peran lain dari zinc adalah untuk
sintesa protein. Protein merupakan komponen terbesar dalam pembentukan
antibodi, maka dari itu keberadaan zinc sangat terkait dengan sistem imun
humoral. Zinc juga mempunyai peranan pada produksi sitokin, hal ini terlihat
adanya peningkatan produksi IL-2, setelah suplementasi zinc pada orang yang
kekurangan zinc. Penurunan zinc juga terlihat mempengaruhi kemampuan sel NK
untuk membunuh antigen. Sementara peneliti lain menunjukkan bahwa suplementasi
zinc dapat mempercepat penyembuhan disentri pada lansia dan anak-anak, hal ini
terkait dengan peranan zinc dalam proliferasi sel.37,38
·
Peranan besi dalam sistem imun
Seperti kita ketahui bahwa besi
sangat berperan dalam sintesa hemoglobin dan terkait erat dengan masalah
anemia. Peranan zat besi berhubungan dengan kemampuannya dalam reaksi oksidasi
dan reduksi, zat besi merupakan unsur yang sangat reaktif sehingga mampu
berinteraksi dengan oksigen. Dalam keadaan teroksidasi, besi kehilangan tiga
elektron sehingga memiliki tiga sisa muatan positif (Fe 3+ /feri), .5,35
Kekurangan besi akan berdampak pada
reaksi imunitas berupa aktivitas neutrofil yang menurun, dan sebagai
konsekuensinya kemampuan untuk membunuh bakteri intraseluler secara nyata
menjadi terganggu. Sel NK sensitif terhadap ketidakseimbangan besi dan
memerlukan jumlah besi yang cukup untuk berdiferensiasi dan berproliferasi,
jika, tubuh kekurangan besi kemampuan sel NK untuk membunuh bakteri menjadi
rendah.31,35
BAB 111
KESIMPULAN
Kecukupan zat gizi terutama
vitamin dan mineral sangat diperlukan dalam mempertahankan sistem kekebalan
tubuh yang optimal. Karena sebagian besar vitamin dan seluruh mineral tidak
dapat disintesa oleh tubuh, maka konsumsi makanan yang beragam dan seimbang sangat
diperlukan utamanya sumber vitamin mineral seperti buah, sayuran dan pangan
hewani.
Beberapa vitamin dan mineral
mempunyai peran sebagai antioksidan yang sangat mempengaruhi kualitas hidup
manusia diantaranya adalah vitamin A, vitamin E, vitamin C, selenium, zat besi
dan zinc. Zat gizi ini diperlukan dalam sistem pertahanan tubuh karena perannya
sebagai zat gizi antioksidan.
