Minggu, 23 Februari 2020

Garis besar distribusi H2O tubuh



1.       Garis besar distribusi H2O tubuh
Di dalam tubuh manusia, cairan akan terdistribusi ke dalam dua kompartemen utama yaitu cairan intraseluler (CIS) yang terdapat di dalam sel dan cairan ekstraseluler (CES) yang terdapat di luar sel. Total air yang berada di dalam cairan intraseluler 2/3 dari total badan air sekitar hampir 67% sedangkan cairan ekstraseluler 1/3 bagian sekitar 33% dari bagian badan air. Air yang berada di dalam cairan ekstraseluler ini kemudian akan terdistribusi kembali kedalam 2 Sub-Kompartemen yaitu pada cairan interstisium (ISF) sekitr 4/5 dari kompartemen CES adalah cairan di ruang antar sel dan cairan intravascular (plasma darah) sekitar 1/5 dari volume CES adalah bagian cair dari darah
2.       Cairan trans sel terdiri dari sejumlah volume cairan khusus kecil, yang semuanya disekresikan oleh sel spesifik ke dalam rongga tubuh tertentu untuk melakukan fungsi khusus.
Komponen-komponen cairan trans sel mencakup cairan serebrospinal (mengelilingi, membentuk bantalan, dan memberi makan otak dan medula spinalis); Cairan intraokulus (mempertahankan bentuk dan memberi makan mata); Cairan sinovium (melumasi dan berfungsi sebagai peredam kejut untuk sendi); Cairan perikardium, intrapleura dan peritoneum (masing-masing melumasi jantung, paru-paru dan usus; dan getah pencernaan (mencerna makanan).
3.       Komposisi ion plasma, cairan interstisium, dan cairan intrasel
·         Ion plasma : mengandung protein plasma
·         Cairan interstinum : tidak mengandung protein plasma
·         Cairan intrasel : adanya proteis sel di CIS yang tidak dapat menembus membran untuk keluar sel, distribusu Na+ dan K+ serta anion anion penyertanya yang tidak seimbang karena efek pompa Na+-K+ ATPase yang terdapat di membran semua sel. Pompa ini secara aktif memindahkan Na+ keluar dan K+ masuk, K+ anion utama CIS
4.       Faktor yang diatur untuk mempertahankan cairan tubuh :
1) Volume CES
                Kontrol jangka pendek untuk mempertahankan tekanan darah :
·         Refleks baroreseptor mengubah curah jantung dan resistensi perifer total untuk menyesuaikan tekanan darah melalui efek sistem otonom pada kardiovaskuler
·         Perpindahan cairan berlangsung temporer dan otomatis antara plasma dan cairan interstisium
Kontrol jangka panjang untuk mempertahankan tekanan darah egulasi dilakukan oleh ginjal dan mekanisme haus
2) Osmolaritas CES
Osmolaritas adalah ukuran konsentrasi masing-masing partikel zat terlarut yang terdapat di dalam cairan tersebut. Semakin tinggi osmolaritas semakin tinggi konsentrasi zat terlarut. Diatur untuk mencegah membengkaknya dan menciutnya sel. Kontrol osmolaritas CES mencegah perubahan volume CES.

5. Sumber pemasukan dan pengeluaran dalam keseimbangan garam harian dan keseimbangan H2O harian
Pemasukan Garam
Pengeluaran Garam
Jalur
Jml (g/hr)
Jalur
Jml (g/hr)
Ingesti
10,5
Pengeluaran obligatorik mll keringat dan feses
0,5
Ekskresi terkontrol di urin
10
Pemasukan total
10,5
Pengeluaran total
10,5

Pemasukan Air
Pengeluaran Air
Jalur
Jml (ml/hari)
Jalur
Jml (ml/hari)
Asupan cairan
1250
Kehilangan tdk disasari
900
H2O dlm makanan
1000
Keringat
100
H2O yg diproduksi oleh metabolisme
350
Feses
100
Urin
1500
Total
2600
Total
2600

·         Kontrol keseimbangan garam sangat penting untuk mengatur volume CES. Semakin banyak garam terdapat di CES semakin banyak H2O di CES. Massa total garam Na+ di CES menentukan volume CES
·         Ginjal menyesuaikan jumlah garam yang di ekskresikan dengan mengontrol 2 proses :
Jumlah Na+ yang difiltrasi dikontrol dengan mengatur LFG
Jumlah Na+ yang direabsorpsi dikontrol melalui sistem renin angiotensin aldosteron

6.       Asal H+ tubuh :
·         Pembentukan asam karbonat CO2 + H2O = H2CO3 = H+ + HCO3-
·          Asam inorganik yang diproduksi selama penguraian nutrien. Protein mengandung sejumlah sulfur dan fosfor. Ketika molkul ini terurai dihasilkan asam fosfat. Asam inorganik ini melepaskan H+ ke cairan tubuh. Penguraian buah dan sayuran menghasilkan basa. Namun secara umum banak asam daripada basa yang diproduksi selama penguraian makan sehingga terjadi kelebihan asam.
·          Asam organik yang berasal dari metabolisme antara. Banyak asam organik dihasilkan selama metabolisme antara normal. Co : dihasilkan asam lemak selama metabolisme lemak
7.        Tiga lini pertahanan terhadap perubahan (H+) dari segi mekanisme dan kecepatan kerjanya :
·         Sistem buffer kimiawi
Campuran larutan-larutan senyawa kimia yang meminimalkan perubahan pH ketika asam / basa ditambahkan atau dikeluarkan dari larutan tersebut. H2CO3 = H+ + HCO3
Sistem Penyangga
Fungsi Utama
Asam Karbonat : Bikarbonat
Penyangga CES utama terutama untuk perubahan  yg disebabkan oleh non bikarbonat
Protein
Penyangga CIS utama, juga menyangga CES
Hemoglobin
Penyangga dlm eritrosit untuk perubahan asam karbonat
Fosfat
Penyangga urin yg penting, jg menyangga CIS


      Mekanisme pernapasan untuk mengontrol pH
Sistem respirasi mengatur [H+] dengan mengontrol laju pengeluaran CO2. Tingkat aktivitas pernapasan sebagian diatur oleh [H+] arteri sebagai berikut :
Ketika [H+] arteri meningkat akibat kausa nonrespiratorik, pusat pernapasan di batang otak secara refleks terangsang untuk meningkatkan ventilasi paru. Sewaktu kecepatan dan kedalaman nafas bertambah, lebih banyak CO2 yang dihembuskan keluar sehingga H2CO3 yang ditambahkan ke dalam cairan tubuh berkurang. Karena CO2 membentuk asam makan pengeluran CO2 menghilangkan asam dari tubuh
·         Mekanisme ginjal untuk mengontrol pH
Ginjal mengontrol pH cairan tubuh dengan menyesuaikan 3 faktor : Ekskresi H+, Ekskresi HCO3-, Sekresi amonia (NH2)
8.       4 Katagori ketidakseimbangan asam basa
·         Asidosis respiratorik disebabkan oleh retensi CO2 akibat hipoventilasi. CO2 yang keluar dari paru kurang dari normal mengakibatkan peningkatan pembentukan dan penguraian H2CO3  yang terjadi menyebabkan peningkatan [H+]
Penyebab : penyakit paru-paru, depresi pusat pernapasan, gangguan satraf atau otot yang mengurangi kemampuan bernapas
·         Alkalosis respiratorik disebabkan oleh kehilangan CO2 yang berlebihan akibat hiperventilasi, Pembentukan H2CO3 menurun sehingga pembentukan ion H+ menurun.
Penyebab : cemas, keracunan,aspirin yang merangsang ventilasi berlebihan
·         Asidosis metabolik ditandai oleh penurunan [HCO3-] plasma sementara [CO2] normal sehingga rasio asidotik 10 : 1
Penyebab : Diare berat, DM, olahraga berat, asidosis uremik
Uremia akibat gagal ginjal akan menyebabkan penurunan kadar bikarbonat sehingga kadar ion H+ bebas meningkat
·         Alkalosis metabolik merupakan penurunan [H+] plasma akibat defisiensi relatif asam nonkarbonat
Penyebab : muntah, ingesti obat alkali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Ampuh Mengatasi Batuk dan Tenggorokan Gatal dengan Kencur

Batuk yang disertai rasa gatal di tenggorokan bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Tidak hanya membuat Anda merasa tidak nyaman, tetapi ...