1.
Garis besar
distribusi H2O tubuh
Di dalam tubuh manusia, cairan akan terdistribusi ke dalam dua kompartemen
utama yaitu cairan intraseluler (CIS) yang terdapat di dalam sel dan cairan
ekstraseluler (CES) yang terdapat di luar sel. Total air yang berada di dalam
cairan intraseluler 2/3 dari total badan air sekitar hampir 67% sedangkan
cairan ekstraseluler 1/3 bagian sekitar 33% dari bagian badan air. Air yang
berada di dalam cairan ekstraseluler ini kemudian akan terdistribusi kembali
kedalam 2 Sub-Kompartemen yaitu pada cairan interstisium (ISF) sekitr 4/5 dari
kompartemen CES adalah cairan di ruang antar sel dan cairan intravascular
(plasma darah) sekitar 1/5 dari volume CES adalah bagian cair dari darah
2.
Cairan trans
sel terdiri dari sejumlah volume cairan khusus kecil, yang semuanya
disekresikan oleh sel spesifik ke dalam rongga tubuh tertentu untuk melakukan
fungsi khusus.
Komponen-komponen cairan trans sel
mencakup cairan serebrospinal (mengelilingi, membentuk bantalan, dan memberi
makan otak dan medula spinalis); Cairan intraokulus (mempertahankan bentuk dan
memberi makan mata); Cairan sinovium (melumasi dan berfungsi sebagai peredam
kejut untuk sendi); Cairan perikardium, intrapleura dan peritoneum
(masing-masing melumasi jantung, paru-paru dan usus; dan getah pencernaan
(mencerna makanan).
3.
Komposisi ion plasma, cairan
interstisium, dan cairan intrasel
·
Ion plasma :
mengandung protein plasma
·
Cairan
interstinum : tidak mengandung protein plasma
·
Cairan
intrasel : adanya proteis sel di CIS yang tidak dapat menembus membran untuk
keluar sel, distribusu Na+ dan K+ serta anion anion
penyertanya yang tidak seimbang karena efek pompa Na+-K+
ATPase yang terdapat di membran semua sel. Pompa ini secara aktif memindahkan
Na+ keluar dan K+ masuk, K+ anion utama CIS
4.
Faktor yang
diatur untuk mempertahankan cairan tubuh :
1) Volume CES
Kontrol jangka pendek
untuk mempertahankan tekanan darah :
·
Refleks
baroreseptor mengubah curah jantung dan resistensi perifer total untuk
menyesuaikan tekanan darah melalui efek sistem otonom pada kardiovaskuler
·
Perpindahan
cairan berlangsung temporer dan otomatis antara plasma dan cairan interstisium
Kontrol jangka panjang untuk mempertahankan tekanan darah egulasi dilakukan
oleh ginjal dan mekanisme haus
2) Osmolaritas CES
Osmolaritas adalah ukuran konsentrasi masing-masing partikel zat terlarut yang
terdapat di dalam cairan tersebut. Semakin tinggi osmolaritas semakin tinggi
konsentrasi zat terlarut. Diatur untuk mencegah membengkaknya dan menciutnya
sel. Kontrol osmolaritas CES mencegah perubahan volume CES.
5. Sumber pemasukan dan
pengeluaran dalam keseimbangan garam harian dan keseimbangan H2O
harian
|
Pemasukan Garam
|
Pengeluaran Garam
|
||
|
Jalur
|
Jml (g/hr)
|
Jalur
|
Jml (g/hr)
|
|
Ingesti
|
10,5
|
Pengeluaran obligatorik mll keringat dan feses
|
0,5
|
|
Ekskresi terkontrol di urin
|
10
|
||
|
Pemasukan total
|
10,5
|
Pengeluaran total
|
10,5
|
|
Pemasukan Air
|
Pengeluaran Air
|
||
|
Jalur
|
Jml (ml/hari)
|
Jalur
|
Jml (ml/hari)
|
|
Asupan cairan
|
1250
|
Kehilangan tdk disasari
|
900
|
|
H2O dlm makanan
|
1000
|
Keringat
|
100
|
|
H2O yg diproduksi oleh metabolisme
|
350
|
Feses
|
100
|
|
Urin
|
1500
|
||
|
Total
|
2600
|
Total
|
2600
|
· Ginjal menyesuaikan jumlah garam yang di ekskresikan dengan mengontrol 2 proses :
Jumlah Na+ yang difiltrasi dikontrol dengan mengatur LFG
Jumlah Na+ yang direabsorpsi dikontrol
melalui sistem renin angiotensin aldosteron
6.
Asal H+ tubuh :
·
Pembentukan
asam karbonat CO2 + H2O = H2CO3 = H+
+ HCO3-
·
Asam inorganik yang diproduksi selama
penguraian nutrien. Protein mengandung sejumlah sulfur dan fosfor. Ketika
molkul ini terurai dihasilkan asam fosfat. Asam inorganik ini melepaskan H+
ke cairan tubuh. Penguraian buah dan sayuran menghasilkan basa. Namun secara
umum banak asam daripada basa yang diproduksi selama penguraian makan sehingga
terjadi kelebihan asam.
·
Asam organik yang berasal dari metabolisme
antara. Banyak asam organik dihasilkan selama metabolisme antara normal. Co :
dihasilkan asam lemak selama metabolisme lemak
7.
Tiga lini pertahanan
terhadap perubahan (H+) dari segi mekanisme dan kecepatan kerjanya :
·
Sistem buffer
kimiawi
Campuran
larutan-larutan senyawa kimia yang meminimalkan perubahan pH ketika asam / basa
ditambahkan atau dikeluarkan dari larutan tersebut. H2CO3
= H+ + HCO3
|
Sistem
Penyangga
|
Fungsi Utama
|
|
Asam
Karbonat : Bikarbonat
|
Penyangga
CES utama terutama untuk perubahan yg
disebabkan oleh non bikarbonat
|
|
Protein
|
Penyangga
CIS utama, juga menyangga CES
|
|
Hemoglobin
|
Penyangga
dlm eritrosit untuk perubahan asam karbonat
|
|
Fosfat
|
Penyangga
urin yg penting, jg menyangga CIS
|
Mekanisme pernapasan
untuk mengontrol pH
Sistem
respirasi mengatur [H+] dengan mengontrol laju pengeluaran CO2.
Tingkat aktivitas pernapasan sebagian diatur oleh [H+] arteri
sebagai berikut :
Ketika
[H+] arteri meningkat akibat kausa nonrespiratorik, pusat pernapasan
di batang otak secara refleks terangsang untuk meningkatkan ventilasi paru.
Sewaktu kecepatan dan kedalaman nafas bertambah, lebih banyak CO2
yang dihembuskan keluar sehingga H2CO3 yang ditambahkan
ke dalam cairan tubuh berkurang. Karena CO2 membentuk asam makan
pengeluran CO2 menghilangkan asam dari tubuh
·
Mekanisme
ginjal untuk mengontrol pH
Ginjal
mengontrol pH cairan tubuh dengan menyesuaikan 3 faktor : Ekskresi H+,
Ekskresi HCO3-, Sekresi amonia (NH2)
8.
4 Katagori
ketidakseimbangan asam basa
·
Asidosis respiratorik
disebabkan oleh retensi CO2 akibat hipoventilasi. CO2
yang keluar dari paru kurang dari normal mengakibatkan peningkatan pembentukan
dan penguraian H2CO3 yang terjadi menyebabkan peningkatan [H+]
Penyebab : penyakit paru-paru, depresi
pusat pernapasan, gangguan satraf atau otot yang mengurangi kemampuan bernapas
·
Alkalosis
respiratorik disebabkan oleh kehilangan CO2 yang berlebihan akibat
hiperventilasi, Pembentukan H2CO3 menurun sehingga
pembentukan ion H+ menurun.
Penyebab : cemas, keracunan,aspirin
yang merangsang ventilasi berlebihan
·
Asidosis
metabolik ditandai oleh penurunan [HCO3-] plasma sementara [CO2]
normal sehingga rasio asidotik 10 : 1
Penyebab : Diare berat, DM, olahraga
berat, asidosis uremik
Uremia akibat gagal ginjal akan
menyebabkan penurunan kadar bikarbonat sehingga kadar ion H+ bebas
meningkat
·
Alkalosis
metabolik merupakan penurunan [H+] plasma akibat defisiensi relatif
asam nonkarbonat
Penyebab : muntah, ingesti obat alkali

Tidak ada komentar:
Posting Komentar